Pikiran, pemikiran,adalah hal yang
menarik dan misterius dalam perjalanan hidup manusia. Mengingat,
menyimpulkan, mendorong, dan mengendalikan perilaku dan perkataan dalam
keseharian manusia. Walaupun masih ada beberapa fenomena yang sebaiknya
kita ketahui namun berikut adalah 5 fenomena yang terjadi dalam
pemikiran manusia:
1. Déjà vu
2. Déjà Vécu
3. Déjà Senti
4. Jamais Vu
5. Prosopagnosia
1. Déjà vu
Déjà vu, adalah sebuah pengalaman
pemikiran seorang manusia ketika ia merasakan, mengalami sebuah
peristiwa yang sebelumnya telah terjadi dalam dimensi waktu saat ini
sedang berlangsung, terkadang peristiwanya berulang-ulang sendirinya.
Pengalaman ini biasanya dibarengi oleh perasaan kuat, aneh, dan heran
terhadap suasana yang tercipta sama seperti dialami waktu sebelumnya.
Pengalaman “sebelumnya” itu biasanya merupakan sebuah pengalaman mimpi,
namun juga terkadang memang benar-benar terjadi sebelumnya.
2. Déjà Vécu
Fenomena ini berhubungan dengan déjà vu.
Déjà vécu adalah sebuah pengalaman yang terjadi ketika manusia dirinya
merasa berada di dalam pemikiran déjà vu. Déjà vécu adalah sebuah
pengalaman merasa pernah melihat suatu suasana dalam peristiwa yang
terjadi sebelumnya secara detail, bahkan indra penciuman dan ingatan
akan suara mendominasi pemikiran. Dalam déjà vécu juga muncul perasaan
kuat seperti mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya dalam situasi
tersebut (déjà vu). Sebuah pengalaman yang aneh dan sensasional dalam
kehidupan manusia.
3. Déjà Senti
Sebuah fenomena ketika seseorang merasa
“telah merasakan” sesuatu. Hal ini merupakan fenomena mental yang
eksklusif dan jarang sekali tersimpan dalam ingatan/memori manusia.
Sebuah fenomena yang mengingatkan seseorang pada perasaaanya bertahun-
tahun lalu, bahkan yang telah terlupa dan dilupakan. Rekoleksi
(pengumpulan kembali) ini biasanya diawali oleh keterlibatan orang lain
melalui suara dan perkataanya, ataupun perkataannya sendiri. Selain
suara dan kata-kata, juga dapat melaui sebuah simbol baik berupa huruf
maupun gambar.
4. Jamais Vu
Apabila dibahasakan maka berarti tidak
melihat (jamais vu), sebuah fenomena yang mengambarkan seseorang tidak
mengenali tempat, suasana, yang sebenarnya ia ketahui namun menjadi
sebaliknya. Fenomena ini sangat berlawanan dengan Déjà vu dan melibatkan
perasaan heran. Seseorang yang mengalami jamais vu secara rasional
tidak mengenali situasi yang sebenarnya telah ia ketahui dan alami
sebelumnya. Chris Moulin peneliti dari Leeds University, mengatakan
bahwa jamais vu merupakan fenomena ketika otak manusia dalam keadaan
lelah.
5. Prosopagnosia
Sebuah fenomena ketika seseorang tidak
mampu mengenali wajah, benda, yang seharusnya ia kenali. Seseorang yang
mengalami fenomena ini biasanya dapat mengembalikan ingatannya melalui
media lain seperti wangi parfum, gaya rambut, suara, dan bahkan gaya
berjalan orang yang dilupakannya itu. Kasus klasik kelainan ini
tercatat dalam sebuah buku produksi tahun 1998 (kemudian dipentaskan
oleh Michael Nyman), “The Man who Took His Wife For a Hat“. (**)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar