5 Dampak El Nino Terhadap Lingkungan
Oleh: Izzaniskala
[UNIKNYA.COM]: El Nino merupakan
fenomena global dari sistem interaksi lautan atmosfer yang ditandai
memanasnya suhu muka laut di Ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4) atau
anomali suhu muka laut di daerah tersebut lebih panas dari rata-ratanya
(bmkg.go.id). Kehadiran El Nino (anak laki-laki, Bhs. Spanyol) sangat
berpengaruh terhadap habitat alamiah yang dilaluinya. Sehingga kenapa
para pihak peneliti, petani dan pemerintah sangat dikhawatirkan oleh
kehadirannya. Berikut uniknya.com merangkum 5 dampak yang diakibatkan
oleh El Nino terhadap lingkungan:
1. Badai dan Angin Taifun
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
Jon Sullivan (sumber:environmentalgraffiti.com,uniknya.com)
| |
Adanya kemungkinan kekuatan badai dan Topan yang meningkat tiga kali lipat di perairan Atlantik (Micronesia).
El Nino mampu merangsang terjadinya
peningkatan sekaligus penurunan frekuensi badai di wilayah tertentu,
seperti di Kepulauan Pasifik dan negara-negara Asia Timur beberapa tahun
terakhir. Seperti yang terjadi pada 1997 ketika badai menghantam Jepang
dan selatan Vietnam, namun tidak terjadi apapun yang berarti di wilayah
Filipina. Di perairan Mikronesia, El Niño sangat tidak diharapkan,
karena kekuatannya bertambah tiga kali lipat.
2. Produksi Pangan di Asia
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
Rolf Mueller (sumber:environmentalgraffiti.com,uniknya.com)
| |
Terjadi penurunan angka produksi gula, akibat El Niño memengaruhi pertumbuhan tanaman tebu di China.
Beberapa negara-negara di Asia Tenggara
merupakan negara yang sangat dikhawatirkan atas ulah El Nino, karena
selain berdampak pada ekonomi kelautan juga pada pertanian dan kehutanan
mereka yang mengalami kekeringan. Kehadiran El Nino banyak dirasakan
terutama oleh petani tebu, kedelai dan kelapa sawit. Bahkan jika
berlangsung lama akan menyebakan krisis ekonomi global. Namun ironis,
di Semenanjung Korea El Nino menyebabkan turunnya hujan di musim panas –
tetapi mampu menyebabkan Korea Utara mengalami kekeringan hebat.
3. Kekeringan yang Tersebar Dari Australasia Hingga India
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
Jonathan Kos-Read (sumber:environmentalgraffiti.com,uniknya.com)
| |
Cracked soil in China’s Gobi Desert indicates the effect of drought.
Di India, El Nino dijadikan kambing
hitam atas terlambatnya perubahan angin musim dan kekeringan yang
terjadi. Sementara peramal cuaca di Australia, menyatakan kemungkinan
musim panas kali ini akan menyebabkan kebakaran liar yang hebat. Bahkan
di Di Indonesia El Nino mampu mengeringkan pertanian di beberapa
wilayah, termasuk di negara tetangganya Timor Timur.
4. Kematian Hewan liar
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
US Fish and Wildlife Service (sumber:environmentalgraffiti.com,uniknya.com)
| |
Wildlife such as Peru’s dolphins and pelicans may be affected by El Niño’s resurgence.
Di lepas pantai Peru, ditemukan hampir
900 lumba-lumba dan 5.000 burung pelikan yang bergelimpangan di atas
pasir pantai. Menurut sebuah laporan diduga kematian hewan-hewan
tersebut diakibatkan oleh peningkatan suhu perairan yang dipicu oleh
kehadiran El Nino. Perairan Pasifik yang hangat bahkan menyebabkan alga
yang tumbuh subur di atas permukaan perairan dan menyebabkan pasokan
oksigen ke dalam air berkurang dan membuat lumba-lumba mengalami sesak
nafas. Sementara burung pelikan yang menggantungkan kehidupannya pada
ikan teri, harus menderita kelaparan akibat ikan teri itu berenang di
perairan yang dalam untuk menjaga suhu tubuh mereka tetap dingin. Dan
Jika badai El Nino berlangsung lama tidak menutup kemungkinan akan
mengganggu elemen ekosistem lainnya.
5. Krisis Pangan di Sahel
| Silahkan Klik untuk Melihat Gambar atau Video... | Tutup |
|---|---|
DMahendra (sumber:environmentalgraffiti.com,uniknya.com)
| |
Kekeringan adalah isu utama yang diakibatkan oleh El Nino mulai dari Australasia, India, hingga Sahel (sebuah wilayah di Afrika)
Badai El Nino biasanya menjadikan iklim
menjadi lebih panas dan kering di wilayah Sahel, Afrika, dan
menjadikannya sebagai negara yang mengalami krisis pangan terhebat di
tahun 2012. Cuaca ekstrim ini pun berdampak hebat bagi negara-negara
tetangganya seperti, Mauritania, Mali, Chad dan Nigeria, bahkan mereka
berusaha keras untuk tidak mengalami krisis pangan. Walaupun tanpa El
Nino pun kebanyakan negara di benua Afrika dapat mengalami krisis pangan
kapan saja.(**)
Sumber: environmentalgraffiti.com, uniknya.com, Juni 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar